Laman

deskripsi judul

Memikirkan beban akan mengubah umur menjadi lebih pendek dari sebelumnya. Tuangkan beban pada pallet sahabat, lanjutkan hari-hari penuh warna

Oktober 22, 2012

MEMBENTUK KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK


 
BAB 1
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Dewasa ini banyak sekali peserta didik yang sulit beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Untuk menghadapinya diperlukan  pengetahuan tentang karakteristik umum  dan penyesuaian diri yang baru. Peserta didik dalam mengikuti proses belajar mengajar harus bisa beradaptasi dan mengetahui berbagai krakter para pendidiknya.
Pendidikan dalam arti luas berarti suatu proses untuk mengembangkan semua aspek kepribadian manusia, yang mencakup pengetahuannya, nilai serta sikapnya, dan keterampilannya. Pendidikan bertujuan untuk mencapai kepribadian individu yang lebih baik. Pendidikan pada hakikatnya akan mencakup kegiatan mendidik mengajar dan melatih. Kegiatan tersebut kita laksanakan sebagai suatu usaha untuk mentransformasikan nilai-nilai. Maka dalam pelaksanaan ketiga kegiatan tadi, harus berjalan secra serempak , terpadu, berkelanjutan, serta serasi dengan perkembangan peserta didik dan lingkungannya.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa saja karakteristik peserta didik yang mempunyai kepribadian kritis?
2.      Bagaimana cara menumbuhkan sikap kekritisan dalam menghadapi suatu permasalahan ?
3.      Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses penyesuaian diri ke arah positif?


C.    Tujuan
1.      Mengetahui karakteristik peserta didik yang mempunyai kepribadian kritis.
2.      Menjelaskan cara menumbuhkan sikap kekritisan dalam menghadapi suatu permasalahan.
3.      Mengetahui Faktor – faktor apa saja yang mempengaruhi proses penyesuaian diri ke arah positif.


D.    Manfaat
·         Bagi peserta didik
1.      Mendapatkan pengetahuan tentang karakteristik peserta didik yang baik.
2.      Sebagai motivasi bagi peserta didik untuk semangat belajar dan meraih cita-cita.
3.      Menumbuhkan sikap kekritisan dalam menanggapi suatu permasalahan
·         Bagi pendidik
1.      Lebih termotivasi untuk mengajar lebih baik lagi pada anak didik yang mempunyai karakter yang berbeda
2.      Dapat mengkaji beberapa sifat anak didik yang berkaitan dengan adaptasi ruang lingkup pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN

A.    KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Karakteristik umum yanng akan diuraikan pada bagian ini terdiri dari enam faktor, yaitu faktor fisik, intelegensi, emosional, bakat khusus,sosial-kultural dan komunikasi.
a)      Faktor Fisik
Kondisi fisik seseorang akan sangat berpengaruh terhadap segala aktivitas yang dilakukannya. Orang yang badannya besar memerlukan ruang gerak yang lebih luas, sedang orang yang badannya kecil mungil akan mudah menyelinap.
Ø  Keadaan jasmani
Ø  Cacat fisik
Ø  Kesehatan
Ø  Keadaan indera
b)      Faktor Inteligensi atau kemampuan
Kemampuan merupakan salah satu karakteristik yang unik dari peserta didik. Hal ini disebabkan oleh sudut pandang yang berbeda-beda.
Ø  Batasan dan hakikat inteligensi
Inteligensi adalah perpaduan berbagai karakteristik manusia, serta kemampuan melihat hubungan yang kompleks, kemampuan menjal;ani semua proses yang terlibat dalam berpikir abstraks, kemampuan beradaptasi dalam pemecahan masalah, serta kemampuan memperoleh kemampuan baru.
Ø  Perkembangan Inteligensi
Inteligensi atau potensi seseorang dapat berkembang jika mendapat dukungan dari lingkungannya.
Ø  Inteligensi dan fungsi otak
Inteligensi selalu dihubungkan dengan fungsi otak. Oleh karena itu inteligensi dikaitkan dengan ukuran otak , sudut antara rahang dan muka, besarnya tengkorak atau lingkar kepala. Barang kali anda sering juga mendengar, bahwa orang yang ukuran kepalanya besar adalah orang yang pintar dan bahkan kepala botak juga dikaitkan dengan inteligensi.
Ø  Test inteligensi
Tinggi rendahnya inteligensi seseorang diukur dengan test inteligensi. Test Inteligensi sampai saat ini dilakukan secara tertulis ( paper and pencil test ), yang dirancang untuk mengukur berbagai kemampuan intelektual.
c)      Faktor Emosional
Emosi atau perasaan seseorang akan mempengaruhi aktivitas yang dilakukannya, termasuk aktivitas belajar. Secara umum kita dapat mengenal berbagai perasaan seperti sedih, gembira, marah, takut dan sebagainya. Seseorang yang merasa senang betah dan aman berada dalam satu tempat akan melakukan aktivitasnya dengan semangat sehingga ia mungkin menjadi lebih produktif dibandingkan dengan orang yang merasa takut.
d)     Bakat khusus
Guilford mendefinisikan bakat sebagai sesuatu yang berhuungan dengan kemampuan untuk melaksanakan sesuatu. Disamping itu bakat juga mengandung 3 dimensi psikologis, diantaranya :
·         Dimensi perseptual, yang mencakup kepekaan indera perhatian serta orientasi ruang dan waktu.
·         Dimensi Psikomotor, yang mencakup faktor kekuatan ,kecepatan gerak,ketelitian, serta keluawesan.
·         Dimensi intelektual, yang mencakup faktor ingatan, faktor evaluatif, berpikir konvergen dan divergen.
e)      Faktor  sosial budaya
Latar belakang sosial budaya seorang siswa akan membawa pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan kepribadian siswa tersebut. Hal ini memang sesuai dengan kodrat manusia sebagai mahluk sosial yang secara naluri mempunyai kebutuhan hidup berkelompok.
f)       Faktor komunikasi
Kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi akan sangat menetukan keberhasilannya dalaam belajar. Dalam kegiatan belajar mengajar komunikasi terjadi antara guru dan siswa serta antara siswa dan siswa. Unsur komunikasi adalah pemberi pesan atau komunikator, penerima pesan atau komunikan, pesan yang disampaikan serta cara penyampaian pesan.

B.     FAKTOR PENYESUAIAN DIRI
Ada dua faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian diri. Yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
·         Faktor Internal
                                            i.            Motif-motif sosial
Motif ini bisa berupa beralifilasi/bergabung dengan kelompok, motif berprestasi,dan motif melakukan dominasi.Menurut Atkinson(1958), orang yang mempunyai motif berafiliasi yang tinggi mempunyai dorongan untuk membuat hubungan dengan orang lain.
                                          ii.            Konsep diri
Konsep diri dapat diartikan sebagai cara seseorang melihat dirinya sendiri.Seorang remaja yang mempunyai konsep diri yang tinggi lebih memiliki kemampuan untuk melakukan penyesuaian diri yang positif daripada mereka yang konsep dirinya rendah.
                                        iii.            Persepsi
Merupakan pengamatan dan penilaian seseorang terhadap objek, peristiwa , dan realitas kehidupan, baik melalui proses kognisi maupun afeksi untuk membentuk konsep tentang objek tersebut.
                                        iv.            Sikap remaja
Kecenderungan seseorang untuk bereaksi kearah hal-hal yang positif atau negatif.
                                          v.            Inteligensi dan minat
Merupakan modal untuk melakukan aktivitas menalar, menganalisis, dan menyimpulkan berdasarkan argumentasi yang objektif dan rasional.
                                        vi.            Kepribadian
Mengacu pada tipe kepribadian individu remaja. Seperti introvert, ekstrovert, dan lain-lain.




  Faktor – faktor Eksternal
                                            i.            Keluarga dan pola asuh
Keluarga yang sehat dan utuh akan akan lebih memberi pengaruh positif terhadap penyesuaian diri remaja dibandingkan keluarga yang retak.
                                          ii.            Kondisi sekolah
Kondisi sekolah sangat mempengaruhi kenyamanan dalam pembelajaran.sekolah yang nyaman membuat para peserta didik menjadi betah, namun sebaliknya jika kondisi sekolah kurang nyaman, maka peserta didik juga akan merasa malas dan tidak betah.
                                        iii.            Kelompok sebaya
Sering kita jumpai setiap remaja nergaul dengan teman sebaya membentuk kelompok tertentu. Kelompok sebaya yang terarah akaan membawa dampak positif, dan sebaliknya.
                                        iv.            Prasangka sosial
Adanya kecenderungan sebagian masyarakat kita yang menaruh prasangka terhadap kehidupan remaja.Seperti sukar diatur, generasi santai, dan sebagainya.
                                          v.            Faktor hukum dan norma sosial
Yang dimaksud disini adalah pelaksanaan tegaknya hukum dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat

C.    BERPIKIR KRITIS
Proses intelektual yang dengan aktif dan terampil mengkonseptualisasi, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi informasi yang dikumpulkan atau dihasilkan dari pengamatan, pengalaman, refleksi, penalaran, atau komunikasi, untuk memandu keyakinan dan tindakan (Scriven & Paul, 1992).
Berpikir kritis tidak sama dengan mengakumulasi informasi. Seorang dengan daya ingat baik dan memiliki banyak fakta tidak berarti seorang pemikir kritis. Seorang pemikir kritis mampu menyimpulkan dari apa yang diketahuinya, dan mengetahui cara memanfaatkan informasi untuk memecahkan masalah, and mencari sumber-sumber informasi yang relevan untuk dirinya. Berpikir kritis bersifat netral, objektif, tidak bias. Meskipun berpikir kritis dapat digunakan untuk menunjukkan kekeliruan atau alasan-alasan yang buruk . Pemikir kritis :
-        Cepat mengidentifikasi informasi yang relevan, memisahkannya dari informasi yang irelevan
-        Dapat memanfaatkan informasi untuk merumuskan solusi masalah atau mengambil keputusan, dan jika perlu mencari informasi tambahan yang relevan.



 
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pendidikan diartikan sebagai suatu bimbingan yang diberikan oleh orang dewasa, kepada anak untuk mencapai kedewasaannya. Mempelajari ilmu mendidik berarti mengubah diri sendiri menjadi orang lain. Pendidikan membutuhkan jangka waktu panjang. Karena pendidikan bercorak perbuatan mendidik. Dalam perbuatan biasanya orang dapat melihat dan memeriksakan hasilnya dengaan segera.
Dalam proses pendidikan terdiri dari pendidik dan peserta didik, peserta didik adalah pribadi yang sedang berkembang, bertanggung jawab atas pendidikannya sendiri sesuai dengan wawasan pendidikan seumur hidup. Peserta didik adalah pribadi yang memiliki potensi baik fisik maupun psikis yang berbeda-beda sehingga merupakan insan yang unik. Dalam suatu proses pembelajaran suatu sikap kritis terhadap  masalah sangat diperlukan .Manfaat dari sikap kritis dapat membuat seseorang membiasakan berpikiran terbuka, dan mereka juga bisa  mengkomunikasikan gagasan, pendapat, dan solusi dengan jelas kepada orang lain.

B.     Saran
v  Bagi peserta didik
1.      Agar bisa menumbuhkan sikap kritis maka peserta didik sebaiknya sering mengikuti acara seminar dan diskusi.
2.      Para peserta didik mampu mengaplikasikan potensi diri dalam segala hal yang menjadi rutinitas sehari-hari
v  Bagi pendidik
1.      Pendidik diharapkan mampu memahami karakteristik peserta didik demi jalannya proses belajar mengajar dengan baik.
2.      Pendidik bisa memanfaatkan metode untuk memancing partisipasi peserta didik di dalam kelas.


DAFTAR PUSTAKA

Harold G. Shane. 1984. Arti Pendidikan Bagi Masa Depan. Jakarta: Rajawali
Roesminingsih, Lamijan. 2004. Teori Dan Praktek Pendidikan. Surabaya: Bintang
Tim Dosen MKDK FIP IKIP Surabaya. 1981. Landasan Kependidikan. Surabaya: IKIP
http://www.educationworld.com/a_issues/issues/issues103.shtml

Share

Tidak ada komentar:

Let's Join

Follow by Email


Selamat Datang! Saya berterima kasih atas kunjungan anda ke Blog saya. sering - sering mampir lagi di www.chaslemha.blogspot.com.